Labels

Pendidikan (30) Kesehatan (12) MANCING (8) manajemen (7) OTOMOTIF (6) akuntansi (5) visual basic (5) Hoby (4) TWITTER (4) agama buddha (4) pajak (4) BBM (3) facebook (3) olaraga (3) Agama Islam (2) Blog (2) Shop (2) gedget (2) soal dan jawaban (2) youtube (2) Bank (1) IOS (1) Price (1) matematika (1) saham (1)
Showing posts with label olaraga. Show all posts
Showing posts with label olaraga. Show all posts

Sunday, April 17, 2016

WOW Teknik Dasar SEPAK BOLA KERREN

Jika kita menonton permainan sepak bola profesional, baik kanca international maupun nasional, dapat kita saksikan kelincahan dan kepiawaian para pemain dalam mengocek dan mengolah bola untuk menciptakan sebuah gol. Tentunya hal ini karena mereka memiliki teknik yang baik dan kemampuan yang mumpuni, teknik yang dimaksudkan pastilah teknik dasar sepak bola.

Teknik dasar dalam permainan sepak bola merupakan hal wajib yang harus benar-benar dikuasai oleh para pemain sepak bola. Cara menguasai teknik-teknik sepak bola ini adalah dengan latihan yang tekun dan rutin sehingga mampu menguasai sepenuhnya setiap teknik dasar dari permainan ini. Sikap konsisten dan pantang menyerah ikut menjadi andil besar untuk menentukan keberhasilan kita untuk menguasai teknik permainan sepak bola. Berikut ini teknik dasar permainan sepak bola yang wajib Anda ketahui.

Teknik Dasar Permainan Sepak Bola

Teknik Dasar Permainan Sepak Bola
Teknik Dasar Permainan Sepak Bola

Beberapa teknik dasar yang perlu dimiliki pemain sepakbola adalah

  • Menendang (kicking),
  • Menghentikan atau Mengontrol (controlling),
  • Menggiring (dribbling),
  • Menyundul (heading),
  • Merampas (tackling),
  • Lemparan Kedalam (throw – in)
  • Menjaga Gawang (Goal Keeping)

Berikut ini akan dijelaskan beberapa teknik-teknik dasar permainan sepak bola.

Menendang (kicking)

Menendang bola merupakan salah satu karakteristik permainan sepak bola yang paling dominan. Tujuan utama menendang bola adalah untuk mengumpan (passing) dan menembak kearah gawang (shootig).

Dilihat dari perkenaan bagian kaki ke bola, menendang dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu Menendang dengan kaki bagian dalam, Menendang dengan kaki bagian luar, dan menendang dengan punggung kaki.

Menendang dengan kaki bagian dalam

Pada umumnya teknik ini digunakan untuk mengumpan jarak pendek.
Berikut alur gerak untuk menendang dengan kaki bagian dalam.

  1. Badan menghadap sasaran di belakang bola.
  2. Kaki tumpu berada disamping bola kurang lebih 15 cm, ujung kaki menghadap sasaran dan lutut sedikit ditekuk.
  3. Kaki tendang ditarik kebelakang, dan ayunkan ke depan.
  4. Setelah terjadi benturan dilanjutkan dengan follow trow(gerakan lanjutan).

Menendang dengan kaki bagian luar

Pada umumnya teknik menendang dengan kaki bagian luar digunakan untuk mengumpan jarak pendek.
Berikut alur gerak untuk menendang dengan kaki bagian luar.

  1. Posisi badan dibelakang bola, kaki tumpu disamping belakang bola 25 cm, ujung kaki menghadap ke sasaran, dan lutut sedikit ditekuk.
  2. Kaki tendang berada di belakang bola, dengan ujung kaki menghadap ke dalam.
  3. Kaki tendang ditarik ke belakang lalu diayunkan kedepan.
  4. Perkenaan bola tepat di punggung kaki bagian luar, dan tepat pada tengah-tengah bola.
  5. Gerakan lanjutan kaki tendang diangkat serong kurang lebih 45 derajat menghadap sasaran.

Menendang dengan punggung kaki

Pada umumnya menendang dengan punggung kaki digunakan untuk menembak ke gawang atau shooting.
Berikut alur gerak untuk menendang dengan punggung kaki

  1. Badan dibelakang bola sedikit condong kedepan, kaki tumpu diletakkan disamping bola dengan ujung kaki menghadap ke sasaran, kaki sedikit ditekuk.
  2. Kaki tendang berada di belakang bola dengan punggung kaki menghadap ke depan/sasaran.
  3. Kaki tendang ditarik ke belakang dan ayunkan kedepan hingga mengenai bola.
  4. Perkenaan kaki pada bola tepat pada punggung kaki penuh dan tepat pada tengah-tengah bola.
  5. Gerakan lanjut kaki tendang diarahkan dan diangkat kearah sasaran.

Mengontrol atau menghentikan bola (controlling and stopping)

Mengontrol bola merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepak bola yang penggunaannya bersamaan dengan teknik menendang bola. Tujuan mengontrol bola adalah untuk mengatur tempo permainan, mengalihkan laju permainan, dan memudahkan untuk mengoper.
Berikut alur gerak mengontrol bola.

  1. Posisi badan segaris dengan datangnya bola.
  2. Kaki tumpu mengarah pada bola dengan lutut sedikit ditekuk.
  3. Kaki penahan diangkat sedikit dengan permukaan bagian dalam kaki dijulurkan kedepan segaris dengan datangnya bola.
  4. Bola menyentuh kaki persis di bagian dalam/mata kaki.
  5. Kaki penahan mengikuti arah bola.Untuk teknik menghentikan bola masih terdapat banyak cara yang dapat dilakukan diantaranya yaitu menggunakan punggung kaki, paha, dada, dan kepala sesuai situasi dan kondisi bola.

Menggiring Bola

Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang secara terputus-putus atau pelan, oleh karenanya bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Menggiring bola bertujuan antara lain untuk mendekatkan jarak ke sasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan.

Berikut alur gerak menggiring bola.

  1. Posisi kaki menggiring bola sama dengan posisi menendang bola.
  2. Kaki yang digunakan untuk menggiring bola tidak ditarik kebelakang hanya diayunkan kedepan.
  3. Diupayakan setiap melangkah, secara teratur bola disentuh/didorong bergulir kedepan.
  4. Bola bergulir harus selalu dekat dengan kaki agar bola dapat dikuasai.
  5. Pada waktu menggiring bola kedua lutut sedikit ditekuk untuk mempermudah penguasaan bola.
  6. Pada saat kaki menyentuh bola, pandangan ke arah bola dan selanjutnya melihat situasi kelapangan.

Setelah membaca artikel mengenai teknik dasar permainan sepak bola ini, saya berharap Anda bisa sepenuhnya mengetahui ketiga teknik yang paling dasar dari permainan sepak bola. Selain teknik dasar dari permainan sepak bola sepatutnya Anda juga mengetahui mengenai sejarah sepak bola. Semoga ini bisa bermanfaat bagi Anda.


berikut contohnya :

Thursday, April 14, 2016

LOKASI YANG COCOK SPOT MANCING KEREN DENGAN CARA INI

Cara mengetahui tempat yang banyak ikan

Cara mengetahui tempat yang banyak ikan untuk dipancing adalah kunci awal untuk sukses memancing. Baik itu mancing di laut (saltwater) atau di perairan darat (freshwater), pengetahuan tentang keberadaan ikan untuk dipancing sangatlah penting. Dalam artikel ini akan dijelaskan cara mengetahui keberadaan atau tempat di mana banyak terdapat ikan yang akan makan umpan, baik di laut maupun di perairan darat.
Untuk tidak membuat tulisan ini panjang lebar membosankan, artikel ini saya bagi menjadi dua bagian:
1. Cara mengetahui tempat yang banyak ikan di sungai dan rawa
2. Cara mengetahui tempat yang banyak ikan di laut (klik saja judul artikel jika Anda ingin langsung membaca artikel tersebut).

Cara mengetahui tempat yang banyak ikan di sungai dan rawa

Tempat yang banyak ikan di sungai

1. Di tempat paling dalam dengan arus pelan
Untuk mengetahui keberadaan ikan di sungai, Anda bisa melihat ilustrasi gambar di bawah ini:
Ilustrasi keberadaan ikan di sungai dan atau rawa atau bendungan yang berarus
Ilustrasi keberadaan ikan di sungai dan atau rawa atau bendungan yang berarus
Dari gambar di atas, Anda bisa melihat bahwa ikan sangat senang berada di tempat yang paling dalam di suatu lokasi. Jika di sungai, maka dia akan berada di sebuah lubuk dengan kondisi air yang relatif lebih lambat kondisi arusnya tetapi tempatnya paling dalam di banding tempat sekitarnya.
2. Di belokan
Dari gambar di atas juga bisa kita lihat bahwa ikan sungai suka dengan tempat belokan. Dengan demikian ketika mancing di sungai, cobalah di belokan sungai khususnya di arus yang relatif pelan dibandingkan dengan arus di titik lain.
Di aliran sungai yang tidak begitu deras, ikan akan mengincar apa saja yang lewat dan dianggap sebagai makanannya.
3. Ada pepohonan
Bila Anda ingin mendapat ikan yang lebih banyak, selain memilih tempat yang terdapat belokan, maka pilihlah belokan sungai yang di tepinya dipenuhi dengan pohon. Pohon yang tumbuh di tepi sungai membuat lokasi itu menjadi teduh di mana ikan betah di lokasi yang tidak langsung kena terik matahari. Di samping itu akar pohon yang tumbuh di tepi sungai menyebabkan semua yang terhanyut di sungai tersangkut akar, tidak terkecuali makanan ikan.
4. Dekat pusaran air
Air sungai yang mengalir dari tempat dangkal ke tempat yang mengakibatkan aliran sungai berputar membentuk pusaran. Akibat pusaran ini di dasar sungai terbentuk lokasi lubang yang dalam atau palung. Air sungai yang membawa berbagai material termasuk makanan ikan juga ikut berputar dan masuk lubang (lihat poin 1).
Ketika barang-barang yang terhanyut itu berputar, biasanya ikan-ikan sudah menanti untuk menyantapnya. Memancing di lokasi ini sebaiknya pilihlah menempatkan umpan di luar pusaran. Umpan kita yang tetap melayang-layang barangkali juga menjadi santapan ikan.
5. Di sekitar tiang jembatan di hilir
Pembuatan jembatan di hilir sungai di mana diikuti penancapan tiang beton di tengah sungai sepertinya dimanfaatkan ikan sebagai tempat persembunyian untuk mencari makanan yang terhanyut.
Air di sungai di hilir atau muara merupakan tempat pertemuan antara air tawar dengan air laut. Disini kita sebut dengan air payau. Tidak jarang dalam air payau ikan laut masuk ke hilir untuk bertelur dalam lokasi yang aman. Sebagai contoh adalah ikan barramundi (kakap putih), bandeng, belanak, akan beriringan mencari lokasi untuk berkembang biak.
Ditemukan bangunan beton tiang jembatan inilah merupakan tempat dan lokasi yang paling favorit dalam bersembunyi dan bertelur.
6. Sekitar pohon roboh
Pohon yang roboh di sungai merupakan tempat persembunyian ikan sebab arus sungai terhalang. Akibatnya arus di balik pohon tidak menjadi deras. Lokasi yang demikian ini menjadi tempat persembunyian ikan. Dalam persembunyian ini terkadang ikan menghadang mangsa dan makanan yang hanyut.
7. Di balik batu besar
Tidak setiap sungai terdapat bebatuan besar yang menghadang arus sungai, apalagi bila bebatuan itu sampai menonjol ke permukaan sungai yang menyebabkan arus sungai terhambat. Di balik bebatuan itu biasanya terdapat ikan-ikan kecil dan udang serta makanan ikan lainnya. Tidak jarang ikan besar atau predator juga mengincar umpan dan ikan kecil. Mancing di balik bebatuan kemungkinan umpan kita disambar ikan predator seperti lele yang sangat besar.
8. Sekitar rerumputan
Di bagian tepi sungai tidak jarang ditumbuhi rerumputan yang sangat banyak. Bila Anda menemukan lokasi seperti ini jangan dilewatkan, sebab tidak jarang ikan betina berlindung dan bertelur disana.
Di samping itu lokasi ini paling banyak dihuni ikan-ikan kecil. Padahal ikan kecil itu merupakan makanan ikan besar atau predator. Jadi mancing di sela-sela rerumputan haruslah waspada terhadap ikan-ikan predator yang akan menyambar umpan kita.
9. Bebatuan
Karakter sungai dengan dipenuhi bebatuan kecil, sehingga arus sungai seperti terpecah-pecah menjadi banyak merupakan lokasi yang dihuni berbagai umpan ikan seperti udang kecil dan ikan kecil. Keberadaan ikan dan udang turut mengundang ikan predator menghuni lokasi ini.
Bila kita ingin menempatkan umpan di antara bebatuan tersebut tidak jarang umpan kita dimakan predator seperti lele, gabus, bader, hampala, belida dan ikan baung. Namun mancing disekitar bebatuan diperlukan kesabaran karena kita tidak leluasa menempatkan umpan.
10. Tumpukan ranting
Arus sungai biasanya menghanyutkan ranting-ranting pohon dan ranting-ranting yang terhanyut itu berhenti di satu lokasi akan mengakibatkan arus terhambat. Tertumpuknya ranting di sungai itu membawa banyak makanan sehingga ikan gemar berkumpul disana.

Tempat yang banyak ikan di rawa, bendungan dan danau/setu

Di rawa atau bendungan, ikan juga akan cenderung mencari tempat berdiam di titik-titik yang relatif lebih dalam dari titik lainnya.
Selain itu, ikan akan cenderung suka berdiam di dinding rawa atau bendungan (juga pada pinggiran sungai yang terdapat cekungan ke dalam), seperti bisa dilihat dari gambar di bawah ini.
Ikan akan cenderung suka berdiam di dinding rawa atau bendungan (juga pada pinggiran sungai yang terdapat cekungan ke dalam).
Ikan akan cenderung suka berdiam di dinding rawa atau bendungan (juga pada pinggiran sungai yang terdapat cekungan ke dalam).
Sementara kalau Anda pengin mancing di rawa, bendungan atau setu, berikut ini adalah titik-titik di mana ikan berada (referensi jalaikan.blogspot.co.id):
1. Rerumputan semak
Lokasi yang digemari ikan predator seperti lele, gabus, hampala dan lainnya. Bagi pemancing yang gemar casting dengan menggunakan umpan buatan atau lure lokasi ini sangat cocok untuk dicoba.
2. Rumput pendek
Lokasi ini biasanya terdapat lubang yang merupakan lokasi ikan kecil berada, di lokasi ini pertumbuhan ikan kecil banyak ditemui.
3. Tumpukan ranting
Dalam tumpukan ranting yang mengambang di tengah setu atau danau merupakan lokasi yang digemari ikan mas dan ikan predator.
4. Perbatasan air
Di setu atau danau biasanya ada lokasi yang menjadi perbatasan air dangkal dengan air dalam, di sepanjang perbatasan air itu merupakan lokasi berkumpulnya anak-anak ikan. Banyaknya anak ikan inilah membuat ikan-ikan predator gemar di lokasi itu untuk mencari ikan kecil.
5. Lekukan danau atau setu
Di danau atau setu ada lokasi di pinggiran setu yang terdapat lekukan. Di bagian lekukan yang di perairan dalam, biasanya merupakan tempat bersembunyinya ikan.
6. Mulut danau atau setu
Yang dimaksud mulut danau adalah lokasi masuknya air ke danau. Di lokasi ini biasanya ikan predator menyerang secara agresif ikan-ikan kecil. Di spot ini sangat bagus untuk mancing ikan predator dengan menggunakan umpan alami.
7. Daratan menjorok
Jika ada lokasi daratan yang menjorok ke danau juga merupakan lokasi banyak dihuni ikan. Lokasi ini biasanya paling digemari pemancing lantaran kita bisa menempatkan umpan di lokasi yang aman.
Dengan mengatahui tempat yang banyak ikannya maka Anda akan mendapat banyak ikan hasil pancingan, baik ikan nila, ikan gabus, ikan baung bahkan ikan cupan sampai ikan paus, hehehe..

Cara mengetahui tempat yang banyak ikan di air jernih

(Referensi mancingarena.com)
Meskipun kita sudah mengetahui lokasi-lokasi favorit keberadaan ikan namun acara mancing akan menjadi gagal bilamana kita tidak bisa menganalisa air. Jernihnya air sungai yang belum tercemar lumpur akibat erosi membuat ikan bisa leluasa melihat tanda-tanda bahaya. Karena jernihnya sungai keberadaan manusia di tepi sungai bisa diketahui ikan. Dalam sekejap ikan akan bersembunyi dan akan keluar lagi bila sudah merasa aman.
Menempatkan umpan di lokasi air jernih haruslah diikuti dengan trik dan upaya agar keberadaan kita tidak diketahui, barangkali kita harus main petak umpat dengan ikan. Tujuannya agar ikan tetap berada di lokasi tanpa merasa bahwa ada yang mengawasinya. Cara ini banyak dilakukan para pemancing sungai.
Alasan lain adalah ikan memiliki mata yang hampir bisa melihat dengan sudut 180 derajat. Meskipun pemancing berada di belakang ikan, keberadaannya bisa diketahui ikan.
Dengan trik seperti itu barangkali bisa membantu pemancing. Di samping itu tidak membuat gaduh cukup membuat ikan tidak kalang kabut dan lari tunggang langgang meninggalkan Anda.
Bila keberadaan Anda sekarang tidak membuat ikan lari cobalah melempar umpan. Tempatkan umpan Anda di depan arus dan hanyutkan. Trik ini bisa mancing dengan menggunakan pelampung.
Bilamana umpan tidak kunjung dimakan, segeralah menarik umpan dan memeriksa apakah pemasangan umpan sudah benar dan sesuai dengan kondisi air. Maksudnya disini adalah membuat umpan itu benar-benar menjadi hidup. Bila Anda menggunakan cacing, masukkan cacing Anda ke dalam kail sampai menutupi kail. Pemasangan cacing di kail dan kail masih terlihat barangkali membuat ikan takut memakan.
Jangan sayang terhadap cacing dengan cara masang cacing pas di kail. Biarkan tetap berjuntai dan terus menari meliak liuk agar ikan menghampiri umpan tanpa mengetahui dalamnya terdapat kail.
Tidak semua ikan di air jernih takut dengan keberadaan orang disekitarnya. Sebagai contoh ikan hampala. Ia akan tetap berenang di tepi bebatuan secara bergerombol. Barangkali ikan ini merasa bahwa lokasinya tidak mudah ditemukan manusia sehingga mereka merasa cuek dengan kehadiran manusia.
Bila Anda melihat banyaknya gerombolan ikan hampala di satu lokasi cobalah melupakan umpan seperti cacing dan udang. Ambillah minnow atau umpan buatan yang menyerupai ikan. Lemparlah minnow tersebut diantara gerombolan ikan. Lemparan sebaiknya dimuka ikan di gerombolan ikan tersebut. Hadirnya ikan buatan merangsang ikan untuk memburu dan menyergapnya. Ketika minnow itu berlenggak lenggok, Anda akan menyaksikan hampala bak sebuah torpedo menyerang.
Ikan hampala akan menyambar dan membawa lari ke balik karang. Sentakan joran dengan diikuti menggulung ril secara cepat. Bila Anda mancing seorang diri baiknya lakukan perlawanan secepatnya sebab kelambatan kita menyebabkan gerombolan ikan menjadi buyar dan kabur dan cepat lakukan kasting di tempat yang sama.
Bila Anda mancing lebih dari satu orang, ajaklah kawan Anda melontar umpan di lokasi penyambaran umpan Anda agar teman Anda juga merasakan bagaimana enaknya mengajar ikan.
Bagaimana halnya dengan mancing di air keruh? Ada pepatah mengatakan ‘Jangan Mancing Ikan di Air Keruh’. Apakah pepatah ini bisa diterjemahkan secara harafiah kepada penggemar mancing di sungai? Keruhnya sungai biasanya diakibatkan erosi tanah akibat hujan. Apakah lokasi favorit yang sudah dibeberkan di atas masih berlaku untuk mancing ikan di air keruh itu?
Keuntungan mancing di air keruh adalah ikan tidak bisa mengetahui keberadaan kita. Sayangnya terkadang kita juga ragu dimana keberadaan ikan itu. Hujan menyebabkan air sungai menjadi keruh dan banyak anak sungai yang mengalir membawa lumpur masuk ke sungai.
Salah satu cara untuk mendapatkan ikan adalah mancing di sekitar anak sungai atau aliran yang masuk ke sungai.
Sekarang silakan cek artikel berikutnya:

ALAT PANCING KEREN DAN BAGUS SERTA NAMANYA

Joran yang digunakan dalam memancing terdiri dari berbagai jenis sesuai dengan teknik yang akan digunakan dalam memancing. Hal itu terkait dengan kelenturan dan kekuatannya maupun terkait dengan panjang pendek joran.

Sebelum kita mengenal jenis-jenis joran, ada baiknya dikenali dulu nama-nama bagian dari senar seperti ada dalam gambar ini:
nama-nama bagian joran atau fishing rod
nama-nama bagian joran atau fishing rod-2

Setelah Anda tahu nama-nama bagian jorab atau rod, berikut ini disajikan jenis joran yang umum digunakan dalam memancing, di antaranya adalah: 
  1. Surf Casting Rod
Joran untuk memancing dari pinggiran karang atau pantai, joran ini panjangnya bisa mencapai 5 meter, mempunyai dudukan reel yang kuat dan grip yang besar untuk dipegang oleh kedua tangan waktu melempat umpan. Biasanya blank-nya bertipe teleskopik.
Penggunaan surfcasting rod (Google Image)
Penggunaan surfcasting rod (Google Image)
Ada teknik-teknik modern dalam melempar umpan dengan joran ini hingga bisa mencapai jarak ratusan meter. Contohnya Pendulum Cast. Joran jenis ini seperti joran antena biasa. Keunggulannya joran ini adalah panjangnya yang hampir 5 meter atau lebih. Joran ini biasa digunakan untuk memancing di pinggiran karang ataupun memancing pasiran.
  1. Ice Fishing Rod
Joran ini biasa digunakan untuk memancing di es. Joran untuk memancing di danau, kolam, atau sungai yang beku dengan cara membuat lubang di es. Karena untuk memudahkan dalam memancing di es, joran ini relatif pendek, hanya sekitar 80-100cm saja dan menggunakan spinning reel.
Ice Fishing Rod (ice-fishing-source.com)
Ice Fishing Rod (ice-fishing-source.com)
  1. Fly Fishing Rod
Joran ini dirancang sedemikian rupa hingga dapat melempar umpan khusus berbentuk flies yang relatif ringan dalam jarak yang jauh. Blank panjang dan kecil diameternya dengan kelenturan yang tinggi, reel seat dirancang khusus untuk fly fishing reel.
Fly Fishing Rod (flyfishingfromscratch.com)
Fly Fishing Rod (flyfishingfromscratch.com)
Rod ini biasanya mempunyai 1 ring guide yang besar disebut Stripping Guide dan beberapa ring guide yang lebih kecil disebut Snake Guide, diletakkan di sepanjang blank joran untuk mengontrol jalannya fly line (kenur khusus untuk fly fishing) yang relatif tebal diameternya.
Untuk menghindari gangguan dalam melempar (cast) biasanya rod ini tidak mempunyai bagian butt yang berada belakang reel seat, ataupun ada biasanya pendek saja. Tapi ada tipe rod yang mempunyai butt di bagian belakang reel seat dan malahan ada juga yang dilengkapi gimbal butt, biasanya untuk saltwater fly fishing. Joran jenis ini digunakan untuk umpan ringan yang membutuhkan jarak yang jauh.
  1. Trolling Rod
Trolling Rod Joran adalah khusus untuk memancing dengan cara trolling, yaitu memancing dengan menyeret umpan buatan atau umpan alami memakai kapal yang berjalan dalam kecepatan tertentu. Joran ini biasanya mempunyai ukuran dari 5 feet sampai dengan 7 feet.
Trolling rods (profish3.com)
Trolling rods (profish3.com)
Ada 2 tipe line guide untuk joran trolling, yakni light dan medium trolling sampai dengan 50lbs yang biasanya menggunakan ring Gide. Untuk heavy trolling 50lbs keatas menggunakan roller guide.
Semua tipe joran trolling menggunakan tipe Overhead Reel (conventional reel), yaitu reel yang posisinya berada pada sisi atas joran.
Bagian butt pada joran trolling ada 2 jenis, yaitu tipe bent (bengkok) danstraight (lurus).
  1. Baitcasting Rod
Baitcasting Rod adalah joran dengan Overhead Reel, biasanya digunakan untuk casting umpan di lokasi-lokasi yang sulit terjangkau dengan akurasi yang tinggi. Ciri khas joran tipe ini ditandai dengan adanya pegangan untuk jari telunjuk yang disebut Trigger Grip atau Pistol Grip (menyerupai trigger pada senapan) pada real seatnya.
Baitcast rod (fishingmegastore.com)
Baitcast rod (fishingmegastore.com)
Ring guide untuk joran tipe ini biasanya berdiameter jauh lebih kecil daripada ring guide pada spinning rod.
Biasanya merek-merek terkenal mengeluarkan 2 model untuk tipe joran yang sama, yaitu model spinning dan model baitcasting. Joran jenis ini biasa digunakan untuk teknik casting karena dapat menjangkau tempat-tempat tertentu dengan akurat.
  1. Spinning Rod
Spinning Rod adalah joran dengan Spinning Reel. Joran ini biasa digunakan untuk casting umpan jarak jauh dengan mengorbankan sedikit akurasi lemparan. Joran dengan spinning rod adalah joran yang paling umum digunakan di Indonesia karena kemudahan pakai dan harga yang terjangkau.
Spinning rod (aliexpress.com)
Spinning rod (aliexpress.com)
Spinning Rods antena (cheshirefishingtackle.co.uk)
Spinning Rods antena (cheshirefishingtackle.co.uk)
Joran spinning bisa berbentuk teleskopik, 1 section hingga 3 section blank.
Spinning rod mempunyai ring guide yang relatif besar terutama pada ring guide yang pertama bila dihitung dari reel set. Fungsi ring guide yang besar ini adalah meminimalkan friksi kenur yang berputar terhadap ring guide pada saat umpan dilempar.
Spinning rod mempunyai jenis-jenis yang populer di kalangan pemancing seperti joran yang biasa dipakai mancing di empang, joran surf casting, joran popping, joran jigging dan sebagainya.
  1. Popping Rod
Popping Rod adalah joran untuk mancing dengan teknik Popping, yaitu melempar umpan buatan dari kayu atau plastik yang disebut Popper.
Joran popping menggunakan spinning reel sebagai penggulung kenur. Joran ini mempunyai rentang panjang blank mulai dari 7 feet sampai dengan 8,6 feet. Bagian butt dari joran ini sangat kuat, bagian grip nya menggunakan EVA foam dan dilengkapi dengan gimbal butt, dan beberapa tipe joran menggunakan reel seat dengan kunci pengaman.
Popping Rod
Popping Rod
Joran popping masa kini menggunakan bahan dasar carbon composite untuk blank-nya. Bahan ini sangan kuat dan ringan sehingga joran popping moderen dapat memiliki rating sampai dengan 100lbs. Hampir rata-rata joran popping mempunyai fast action tapper.
Rating joran popping biasanya disebutkan dalam satuan PE, misalnya PE5, PE6, PE8, PE10. PE adalah satuan ukuran maksimal beban (breaking strain) pada kenur braided. Artinya bila suatu joran popping mempunyai rating PE8 berarti kekuatan kenur maksimal untuk joran tersebut adalah PE8.
Ring guide untuk joran popping rata-rata sudah memakai bahan metal alloy atau Silicon Carbide untuk mengantisipasi gesekan kenur braided dengan beban yang besar.
  1. Jigging Rod
Banyak pemancing terutama orang-orang Jepang menyukai mancing dengan metode mancing yang dinamakan Jigging ini, yaitu mancing dengan menggunakan umpan berbentuk Metal Jig. Umpan ini bisa dilempar kemudian ditarik-tarik, atau bisa juga diulur masuk ke air sampai dengan kedalaman tertentu kemudian ditarik-tarik dengan irama tertentu (horizontal jigging atau vertical jigging).
Joran jigging memerlukan kekuatan yang besar karena beban umpan yang bisa mencapai lebih dari 500gr.
Jigging Rod
Jigging Rod (floridasportsman.com)
Semua joran jigging mempunyai fast action tapper. Panjang joran jigging bervariasi mulai dari 5 feet sampai dengan 7 feet.
Seperti halnya joran popping, joran jigging mempunyai konstruksi yang sangat kuat tapi ringan, dikarenakan aktifitas jigging yang sangat menguras tenaga.
Rating joran jigging biasanya disebutkan dalam satuan PE, misalnya PE5, PE6, PE8, PE10. PE adalah satuan ukuran maksimal beban (breaking strain) pada kenur braided, artinya bila suatu joran jigging mempunyai rating PE8 berarti kekuatan kenur maksimal untuk joran tersebut adalah PE8.
Joran jigging mempunyai 2 model yaitu overhead dan spinning, beberapa merek terkenal mengeluarkan 1 tipe joran yang sama dengan model overhead dan spinning. Walaupun joran jigging mempunyai rating sampai dengan 100lbs, joran model overhead tetap menggunakan line guide berupa ring, bukan roller seperti pada joran trolling.
Ring guide menggunakan bahan dasar metal alloy atau silicon carbide untuk menahan gesekan kenur braided.
  1. Joran Tegek
Power dan Action dari joran. Joran dibagi-bagi kelasnya dengan Action (sifat-sifat kelenturan joran waktu mendapat beban) dan Power (kekuatan joran).
Slow Action. Joran tipe ini sangat lentur lifting powernya sangat rendah, ujung joran dapat melengkung sampai hampir mendekati bagian butt dari joran. Joran ini bagus untuk mendeteksi gigitan ikan-ikan kecil dan menggunakan kenur yang kecil.
Joran Tegek (Google Image)
Joran Tegek (Google Image)
Dengan joran tipe ini, tekanan dari ikan lebih diserap oleh joran daripada oleh kenur karena sifat kelenturannya.
Joran dengan bahan dasar fiberglass biasanya mempunyai sifat slow action.
Fast Action – Bila ditekuk joran ini akan sangat cepat sekali kembali ke posisi semula, sangat cocok untuk melempar umpan dengan akurasi tinggi dan untuk memainkan umpan buatan sehingga gerakannya bagus di air.
Joran fast action hanya melengkung pada bagian atas joran saja, biasanya mulai dari setengah bagian joran ke atas. Joran-joran moderen dengan tipe ini biasanya terbuat dari High Modulus Graphite atau Carbon Composite sehingga mempunyai kekuatan, sensitifitas dan power yang luar biasa.
Power rating dipakai untuk menentukan beban maksimal umpan dan kelas kenur yang dapat ditangani oleh joran tersebut, hal ini lebih berhubungan dengan besarnya target ikan yang akan dipancing
10. Joran bambu
Joran jenis ini banyak digunakan di daerah Yogyakarta, karena joran jenis ini sudah bertahun-tahun ditemukan di Jogja sampai sekarang. Joran jenis ini merupakan sambungan yang kuat antara joran dengan batang bambu muda pilihan sebagai tempat pegangan.
Joran jenis ini tidak menggunakan reel, hanya menggunakan tarikan dengan tangan bila mendapatkan ikan.
Pegangan joran bambu
Pegangan joran bambu
Pendapat dari penikmat mancing dengan jenis joran ini adalah joran ini sensasi pada saat ditarik oleh ikan lebih terasa mantap. Joran bambu ini biasa digunakan untuk memancing di kolam maupun di sungai.
11. Joran Antena (Telescophic)
Joran antena (Telescophic): joran jenis ini merupakan joran yang dapat disambung seperti antena, ujung atas bagian tip top-nya merupakan bahan yang penuh (tidak kosong), sementara bagian lainnya kosong. Joran jenis ini biasa dipilih karena mudah untuk dibawa kemana-mana.
Joran Antena - Telescophic (Google Image)
Joran Antena – Telescophic (Google Image)